Dari MUFFEST 2019 Hingga Bali Fashion Trend, Ini Cara Royal Golden Eagle Bangun Kepedulian akan Sustainable Fashion

Sumber: baliinspirasi.com

Masalah sampah telah menjadi masalah serius yang tidak hanya mencemari lingkungan namun juga mengancam ekosistem dan kehidupan manusia di masa depan. Mirisnya lagi, banyak sampah yang tergolong sebagai jenis sampah anorganik yang sulit terurai. Sampah pakaian adalah salah satunya. Mengingat seriusnya masalah ini, Royal Golden Eagle pun terus mendorong pemanfaatan bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan.

Saat ini, industri fashion masih didominasi oleh kain sintetis. Padahal kain sintetis merupakan produk turunan dari plastik yang sulit terurai secara alami. Melalui salah satu unit bisnisnya, Royal Golden Eagle menawarkan ViscoseĀ  sebagai bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan. Sayangnya, Viscose dalam industri fashion masih kalah populer jika dibandingkan dengan kain sintetis.

Viscose dan Keunggulannya sebagai Produk Tekstil

Dibandingkan dengan kain sintetis seperti nylon, polyester dan acrylic, Viscose memang masih kalah populer. Hal ini dapat dilihat dari dominasi ketiga bahan tersebut dalam industri fashion. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Ellen McArthur Foundation, sebanyak 60% dari total sampah pakaian yang dihasilkan di seluruh dunia juga terbuat dari kain sintetis.

Kurangnya pengetahuan masyarakat akan keunggulan Viscose memang turut mempengaruhi popularitas bahan tekstil yang satu ini. Padahal jika bicara soal fashion, Viscose sebenarnya tidak kalah menarik dan nyaman jika dibandingkan dengan kain sintetis.

Dari segi visual, serat viscose memiliki kemampuan untuk menampilkan warna dengan sangat baik. Warna kain Viscose terlihat cemerlang. Bahannya juga tidak gerah dan terasa sejuk saat dikenakan.

Bagi desainer pakaian, Viscose juga terbilang fleksibel. Bahan tekstil ini mudah dikombinasikan dengan bahan-bahan lain. Sebut saja seperti katun dan poliester. Asia Pacific Rayon (APR) yang merupakan salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle bahkan membuktikannya langsung dengan menjadi bagian dari beberapa peragaan busana seperti MUFFEST 2019 dan Bali Fashion Trend.

Membangun Kepedulian akan Sustainable Fashion

Demi membangun kesadaran pelaku industri fashion dan masyarakat secara umum, Asia Pacific Rayon (APR) yang merupakan salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle begitu aktif dalam mempromosikan bahan tekstil ramah lingkungan melalui peragaan busana yang diselenggarakan di beberapa daerah di Indonesia.

Sedikitnya ada 2 peragaan busana di mana APR ikut terlibat di dalamnya. Keduanya adalah MUFFEST 2019 dan Bali Fashion Trend.

MUFFEST (Muslim Fashion Festival) merupakan sebuah acara yang diinisiasi oleh IFC (Indonesian Fashion Chamber) dan mengusung tema Future is Naturally Sustainable Fiber. Dalam acara tersebut, Asia Pacific Rayon (APR) bekerja sama dengan 8 desainer busana muslim yang tergabung dalam IFC.

Dalam MUFFEST 2019 yang digelar pada 1-4 Mei 2019 lalu, busana-busana muslim yang diprediksi akan menjadi tren ditampilkan. Dipadu dengan Viscose yang menjadi bahan utamanya, MUFFEST 2019 juga menjadi ajang untuk menampilkan seperti apa masa depan busana muslim nanti.

Selain MUFFEST 2019, Asia Pacific Rayon (APR) juga ikut terlibat dalam ajang peragaan busana lain bertajuk Bali Fashion Trend. Berbeda dengan MUFFEST 2019, peragaan busana yang digelar pada 7 November 2019 lalu ini menampilkan busana-busana bercorak Indonesia. Acara ini pun secara khusus mengusung tema sustainable fashion.

Keberlanjutan merupakan fondasi dari masa depan industri tekstil dan dunia fashion. Namun bagi Royal Golden Eagle, mewujudkan sustainable fashion tidak hanya dilakukan melalui produk-produk yang ramah lingkungan. Melalui Asia Pacific Rayon, RGE juga mewujudkannya melalui praktek industri yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *